Sebagai tindak lanjut kegiatan Bimbingan Teknis Budidaya Koro pedang yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian TPH Kabupaten Sukabumi, di wilayah 8 Sukabumi Selatan, DPP GERAM kembali di undang oeh Dinas Pertanian TPH Kabupaten Sukabumi, untuk memberikan Bimbingan Teknis pada para Kepala UPT/UPTD, PPL, yang mewakili seluruh Kecamatan se Kabupaten Sukabumi, pada acara Rakor Padi dan Palawija Kabupaten Sukabumi.
Acara ini di buka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian TPH Kab. Sukabumi, pada kesmpatan tersebut pak Bupati, juga mengarahkan agar kegiatan budidaya Koro pedang di arahkan untuk menjadi salah satu komoditas tanaman pangan unggulan Kabupaten Sukabumi, dengan memanfaatkan lahan2 tidur yang banyak terdapat terdapat di wilayahnya.
Tanggapan dari para peserta Rakor saat mendengarkan Bimbingan Teknis penanaman Koro pedang, yang disampaikan oleh Ketua Umum Gerakan Ekonomi Rakyat Mandiri, sangat menggembirakan, seluruh peserta yang hadir, menyatakan bertekad akan segera melaksakana kegiatan penanaman Koro pedang di wilayah UPT/UPTD di Kecamatan masing-masing.
Disamping itu, antusiasme yang ditunjukan oleh para peserta, menjadi bertambah, ketika mendapat tambahan informasi dari perwakilan beberapa Kecamatan yang telah menanam Koro pedang di wlayahnnya, seperti Kecamatan Cibadak, Parungkuda, Nyalindung dan Jampang Tengah.
Untuk mengakomodir keinginan para Kepala UPT/UPTD dan para PPL untuk menanam Koro pedng, pak Tony selaku Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian TPH Sukabumi, juga menambahakan ; beliau akan membantu mem fasilitasi kegiatan penanaman dengan memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh Dinas Pertanian
Jumat, 24 Juni 2011
Sabtu, 18 Juni 2011
KEDAI ORGANIC: DSS
KEDAI ORGANIC: DSS
Mohon informasi, siapa saja yang membidani kelahiran DSS dan CP yang bisa di ajak sharing
Mohon informasi, siapa saja yang membidani kelahiran DSS dan CP yang bisa di ajak sharing
Selasa, 07 Juni 2011
Pertemuan antara DPP GERAM dan Menteri Pertanian RI
Pada tanggal 30 Desember 2010, Mentri Pertanian RI, didampingi Direktur Jenderal Tanaman Pangan, mengundang tim Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Ekonomi Rakyat Mandiri/GERAM, untuk membicarakan pelaksanaan program Budidaya Koro pedang nasional, sebagai pengganti penggunaan impor Kedelai, Bungkil kedelai dan Gaandum, yang selama ini menjadi beban terbesar bagi pengeluaran keuagan negara.
Pada kesempatan tersebut, DPP GERAM membawa contoh produk hasil olahan dari Koro pedang, berupa ; Tepung berprotein tinggi yang dapat menjadi pengganti penggunaan tepung terigu yang berbahan baku gandum, beserta hasil produk olahannya : Cake Koro pedang, disamping membawa produk olahan dari Koro pedang, DPP GERAM juga membawa contoh Benih Koro pedang yang selama ini sudah ditanam pada lokasi yang tersebar di 12 provinsi.
Selaku pembina kegiatan di bidang usaha pertanian di Indonesia, Mentri Pertanian meminta DPP GERAM untuk melakukan penelitian dan pengawalan bagi pelepasan varietas Koro pedang yang akan diluncurkan oleh beliau selaku Mentri Pertanian RI, dari DPP GERAM juga sudah mempersiapkan pelepasan varietas Koro GERAM, yang prosesnya sudah sampai di Pusat Perlindungan Varietas Kementrian Pertanian RI, benih yang kan dilepas, juga sudah mendapat rekomendasi uji laboratorium dari Balai Besar Pengawasan Mutu Benih, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan
Pada kesempatan tersebut, DPP GERAM membawa contoh produk hasil olahan dari Koro pedang, berupa ; Tepung berprotein tinggi yang dapat menjadi pengganti penggunaan tepung terigu yang berbahan baku gandum, beserta hasil produk olahannya : Cake Koro pedang, disamping membawa produk olahan dari Koro pedang, DPP GERAM juga membawa contoh Benih Koro pedang yang selama ini sudah ditanam pada lokasi yang tersebar di 12 provinsi.
Selaku pembina kegiatan di bidang usaha pertanian di Indonesia, Mentri Pertanian meminta DPP GERAM untuk melakukan penelitian dan pengawalan bagi pelepasan varietas Koro pedang yang akan diluncurkan oleh beliau selaku Mentri Pertanian RI, dari DPP GERAM juga sudah mempersiapkan pelepasan varietas Koro GERAM, yang prosesnya sudah sampai di Pusat Perlindungan Varietas Kementrian Pertanian RI, benih yang kan dilepas, juga sudah mendapat rekomendasi uji laboratorium dari Balai Besar Pengawasan Mutu Benih, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan
Langganan:
Postingan (Atom)